SI SIPIT KE KAMPUNG ARAB

Membicarakan posisi minoritas di tengah mayoritas masyarakat Indonesia adalah sebuah cerita lama, klise. Namun, mengabaikan posisi dan garis batas minoritas-mayoritas itu akan mendatangkan cerita baru yang kikuk sekaligus hangat.

Kampung Arab, di kawasan Kota Tua Surabaya, membuka perjalanan saya dan tiga orang teman kali ini. Tanpa rasa gelisah sedikit pun, kami menyusuri kampung yang didominasi dengan dagangan kurma, minyak wangi, buku dan kitab, serta peci. Di ujung kampung, seorang ibu berkerudung menawarkan kami jasa melukis henna di tangan dan kaki, yang membuat kami langsung tertarik.

“Cina, ya?” tanya ibu pelukis henna sambil menyodorkan buku berisi beragam jenis henna yang bisa kami pilih untuk dilukis di tangan dan kaki kami (mendengar nada sang ibu, pertanyaan itu dilontarkan dengan tujuan ingin tahu, bukan tujuan menyinggung atau tujuan tidak menyenangkan lainnya).

Pertanyaan itu hanya bisa membuat kami tersenyum, karena kaget tiba-tiba ditanya seperti itu dan bingung bagaimana harus menjawabnya, tetapi akhirnya jawaban keluar juga dari mulut kami, “Hehe iya, Bu.”

Sambil melukis henna di tangan kiri kami, sang ibu bercerita bahwa kampung ini tidak lagi dipenuhi dengan keturunan Arab, tetapi sudah bercampur dengan penduduk lokal. Kampung ini juga biasanya dikunjungi sebagai bagian dari wisata religi di Masjid Sunan Ampel, yang terletak di ujung kampung. Oleh karena itu, lebih banyak perempuan berkerudung yang datang ke kampung ini daripada perempuan keturunan Cina seperti kami.

Pertukaran jasa dengan uang dilakukan setelah henna terlukis dengan rapi di tangan kiri kami. Ketika hendak keluar dari kampung ini, seorang bapak yang melewati kami menyapa, “Where do you come from?

Mengunjungi Kampung Arab adalah sebuah bentuk pengabaian batas yang sarat pembelajaran tentang kultur Indonesia yang heterogen sekaligus homogen: suatu komunitas memiliki kesamaan kultur yang mendarah daging hingga terlupa akan kesamaan kultur komunitas lainnya, di mana ada perbedaan di antara kesamaan-kesamaan itu.

Processed with VSCO with hb2 preset

Processed with VSCO with hb2 preset

Processed with VSCO with hb2 preset

Processed with VSCO with hb2 preset

Processed with VSCO with hb2 preset

Processed with VSCO with hb2 preset

Processed with VSCO with hb2 preset

Processed with VSCO with hb2 preset

Sampai jumpa di langkah lainnya melampaui garis batas minoritas-mayoritas untuk merayakan perbedaan!

Advertisements

Published by

Andrea Lidwina

mengejar matahari, mengagumi awan, mengindahkan senja

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s