TRASHFORMATION

“Kamu jangan gak sopan kaya gitu ya, telepon ini saya rekam!!”

“Keterlaluan banget deh.. Semua serba gak punya aturan.. Kalian yang bener dong..”

“Saya juga pusing lihat kalian kalau tidak mau diajak kerja sama gini.”

“Jaga kesehatan jangan lupa kalau begadang.”

“DE AYO NANGIS TERUSIN AJA TAPI JANGAN NYERAH YAAAA.”

“Acara yang bagus banget halangannya nggak mungkin kecil.”

Riweh-riweh sejak satu minggu sebelum hari H

***

Melalui ini, saya ingin bercerita, meminta maaf, dan berterima kasih. Bercerita tentang saya yang untuk pertama kalinya memiliki peranan besar dalam sebuah acara yang diharapkan berdampak besar pula. Meminta maaf untuk perilaku saya yang saya sadari masih jauh dari dewasa. Berterima kasih atas bantuan orang-orang yang membuat acara ini terjadi.

Ketika beberapa orang mengacu pada LPJ (Lembar Pertanggungjawaban) dari acara tahun lalu untuk membuat acara yang lebih baik di tahun ini, saya tidak punya LPJ apapun. Ini adalah acara baru di tahun ini yang harus dimulai dari nol. Entah itu hal yang baik (karena orang jadi tidak punya ekspektasi dan pembanding) atau itu hal yang kurang baik (karena semua harus dimulai dari nol dan abstrak). Tapi, marilah kita mulai dari nol.

Semua kegiatan dalam acara ini dirancang sejak bulan April, mulai dari acara gradual, acara eventual, dan bagaimana menarik benang merah dari acara gradual menuju acara eventual. Setelah konsep, teknis perwujudan dan pelaksanaan kegiatan-kegiatan tersebut mulai membuat pusing lagi. Dari nol, kami sudah sampai di angka dua puluh sekarang.

Karena suatu dan lain hal, kegiatan-kegiatan gradual baru bisa dilaksanakan di semester genap, yaitu mulai bulan September. Walaupun demikian, persiapan terus berjalan dan menyita waktu liburan yang panjang tapi tak terasa panjang. Persiapan ini cukup menarik perhatian orang sekaligus membuat mereka heran. Dari angka dua puluh, kami tiba di angka empat puluh.

Dan tibalah bulan September! Satu per satu kegiatan gradual mulai berjalan, pujian dan hambatan tak berhenti menghadang, nasihat dan cek-cok terus merajam. Tak hanya sampai di kegiatan gradual, kegiatan eventual juga mulai dibedah dari konsep sampai teknisnya. Penyesuaian-penyesuaian harus terus dilakukan karena banyaknya keterbatasan di samping banyaknya keinginan. Empat puluh terbang dan mendarat di enam puluh.

Menuju delapan puluh, akan sangat bosan sesungguhnya kalau diceritakan karena setiap hari hanya akan diisi dengan persiapan – pusing – persiapan – mendengar nasihat – pusing – mendapat masukan – persiapan – pusing – persiapan – pusing. Begitu seterusnya sampai tiga hari menuju hari H.

Tiga hari menuju hari H adalah tiga hari tanpa menyentuh kasur, tiga hari harus menguatkan otak dan mata, tiga hari melatih kesabaran. Pulang ke kos hanya untuk mandi dan bertukar pakaian, sisanya dihabiskan di kampus. Dua kotak Nescafe dalam satu hari untuk mensugestikan kesegaran tubuh. Menjaga tingkat kesensian tapi gagal dan tetap saja menaikkan tensi dengan banyak orang. Sembilan puluh, sampai di sembilan puluh.

Hari H. Naik-turun tangga, pergi sana-sini, cek rundown, titip pesan ke panitia lain, bingung, beli teh susu, cek konsumsi, cek bingkisan, tersenyum. Itulah yang terjadi di hari H, mulai dari hari terasa sejuk hingga matahari terasa membakar tenggorokan.

Acara ini bernama FISIP Trashformation. FISIP Sampah, FISIP Setres, FISIP Sampah Berformasi, begitu kata orang-orang. Dan apapun kata orang-orang, acara ini dimulai dari angka nol dan selesai sampai di angka seratus. FISIP Trashformation, berubah bersama!

*

Permintaan maaf saya sampaikan kepada orang-orang dalam kepanitiaan ini karena turut merasakan naik dan turunnya mood saya, terutama sejak satu minggu sebelum hari H. Sungguh, saya berusaha meningkatkan energi positif pada diri sendiri tapi selalu gagal dan berakhir pada tingkat kesensian yang lebih parah.

Pemintaan maaf saya sampaikan kepada orang-orang di luar kepanitiaan ini yang sudah sangat amat banyak membantu tapi tidak mendapat balasan yang layak dari acara ini. Semoga ke depannya lebih banyak balasan baik yang akan kalian terima dalam hidup. Amin.

Permintaan maaf saya sampaikan kepada orang-orang yang menjadi hambatan dalam acara ini, baik di kegiatan gradual maupun di kegiatan eventual. Maaf, saya belum sepenuhnya memberi maaf kepada kalian.

Permintaan maaf saya sampaikan kepada orang-orang yang belum puas dan merasakan dampak baik dari acara ini. Saya sangat memohon maaf atas segala kekurangan dan berharap diberikan kesempatan lain untuk memperbaiki kekurangan yang ada.

*

Ucapan terima kasih saya sampaikan kepada 31 orang panitia FISIP Trashformation yang nama group-nya di LINE telah bertransformasi ribuan kali. Tupperware sebagai sponsor utama yang membantu menopang beban acara ini. Rindu yang rela diajak chat dan ketemu setiap hari hanya untuk membicarakan kemajuan dan kemunduran acara ini. Neri yang rela mengerjakan hal-hal lain di luar jobdesc-nya sebagai pengurus keuangan, termasuk bikin meme. Chitra, Aish, Eko, Adit yang mau bergabung dengan kepanitiaan ini. Kak Kodel, Kak Prima, Kak Bes, Kak Azka yang memberi banyak masukan untuk keberlangsungan acara ini. Kak Wita dan Kak Iik yang selalu membantu dan mendampingi. Bocosh yang membantu dalam doa, semangat, like dan share publikasi acara ini. Mas Min yang membantu menggergaji triplek dan mengaduk semen-pasir. Kak Argo yang banyak memberi tahu tempat-tempat di Depok untuk membeli barang-barang operasional. Bapak-ibu penjahit baliho di Lenteng Agung yang menyelamatkan baliho bala acara ini. Ibu penjual tali sol sepatu di Pasar Depok. Percetakan Pandawa. Percetakan sebelah Pandawa. Supplier danus. Food Hall. Bapak-ibu saya sendiri. Bapaknya Rindu yang menyempatkan diri datang dan mau memberi uang untuk membayar utang danus anaknya. Bapaknya Neri yang membantu dalam hal perkayuan. Bu Cil, Mang Ari, dan pedagang Takor lain yang membuang botol plastik di Basaltik. Tatank Galaw, film Joshua Oh Joshua, karaoke Eko-Gina, lagu Tak Ada Logika versi Eko, cem-ceman Gina yang memberikan hiburan di kala pusing dengan acara ini. Semua yang meminjamkan galon dan pompanya serta gelas dan piring cantik. Semua pemilik motor yang motornya pernah dipinjam untuk mengantar sampah ke Kukel. Semua yang ikut serta dalam Pre-Event di CFD. Abang sekoteng yang rela digodain sama cabe-cabe kepanitiaan ini. Pak Hasan dan Pak Dadang di Infras. Nanang Kopma, abang gorengan, penjual minuman, pak satpam, cleaning service. Sasari dan Javaz Maniez. Para hambatan yang memberikan sedikit bumbu pahit dalam acara ini. Segala macam gadget dan bentuk komunikasi. Bangmen Gedung G, AJS, Selasar Gedung C, Plasa. Rubem dan berbagai jenis barang ajaib yang tersimpan di dalamnya. Semua yang memberi doa dan semangat. Terakhir, semua yang berpartisipasi dalam acara ini: peserta, komunitas, sponsor, media partner, BEM FISIP UI. Terima kasih.

***

“Bagus kok seminarnya. Maksud gue, dalam empat jam semua terbahas secara mendalam.”

“Ini adalah peserta seminar terbanyak di tahun ini.”

“Nih, lihat dong gue pake tumbler sekarang minumnya.”

Advertisements

Published by

Andrea Lidwina

mengejar matahari, mengagumi awan, mengindahkan senja

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s