MIMPI YANG TERJERAT

Mimpi,
maafkan aku yang tak becus menjagamu,
hingga kau harus terjerat dalam tali-tali pengharapan,
yang tak kunjung putus,
hanya mengendur,
lalu mengencang dan mengerat kembali,
dan hanya tetesan air mata ini yang dapat aku bebaskan,
bukan kamu.

(Rumah, 26 Januari 2014)

Advertisements

Published by

Andrea Lidwina

mengejar matahari, mengagumi awan, mengindahkan senja

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s